;
Tampilkan postingan dengan label SAJAK UNTUK GURU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAJAK UNTUK GURU. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Januari 2013

Puisi Tentang Guru | Citra Silviana Rahmah

Senin, 14 Januari 2013


Guru
Citra Silviana Rahmah

guru ......
berawal dari huruf a,b,c,hingga z
yang kau ajarkan padaku hingga ku mampu
menulis dan membaca......
guru begitu besar jasamu
kepada kami......
guru ......
terima kasih .......
itu lah yang hanya bisa
ku katakan

12 Januari 2012


NAMA ANDA - 04.24

Senin, 07 Januari 2013

Puisi Selamat Berpisah Guru | Ma'ruf Sarifddin

Senin, 07 Januari 2013

sumber gambar : edukasi.kompas.com

Selamat Berpisah  Guru
Ma'ruf Sarifddin

serasa kemarin aku pakai seragam baru
merah putih memakainya dengan rasa bangga
serasa kemarin engkau ajari aku menulis, membaca,
bahkan cara berbicara

enam tahun kau suapi segala ilmu
dari pelajaran sampai tingkah laku

kini aku di penghujung kelasmu
aku bangga punya guru sepertimu

takkan kulupa pesan dan petuahmu
kan ku ingat sebagai bekal perjalanan dalam hidupku

22 Juni 2009


NAMA ANDA - 20.24

Jumat, 06 Mei 2011

Puisi Perpisahan Anak SD | Puisi Anak Tentang Guru

Jumat, 06 Mei 2011

Puisi Perpisahan Anak SD

GURUKU

Tangis sedih memilukan
Kini, saat berpisah datang
Segala lagu kudendangkan
Untuk mengenang jasamu
Hai…pahlawanku……..

Dari kelas ke kelas ku masuki
Dirasakan begitu risih dihati
Merasa tidak lama lagi
Kucurahkan segala rasaku

Segala waktumu kau curahkan
Segala kasih sucimu kau berikan
Dalam hati kubertanya
Berapa kali lagikah kita akan bertemu?

Guruku……
Terima kasih kuucapkan
Atas pengorbanan dan jasa-jasamu
Kau pahlawan tanpa tanda jasa

(medio : 2005)
sumber : riskaarniamantha.blogspot.com


NAMA ANDA - 11.29

Sabtu, 19 Juni 2010

SAJAK TENTANG GURU | Puisi Untuk Guruku

Sabtu, 19 Juni 2010

“KAPAN SEKOLAH KAMI LEBIH BAIK
DARI KANDANG AYAM”
oleh Prof. Winarno Surahmad.

“Tanpa sebuah kepalsuan, guru artinya ibadah.
Tanpa sebuah kemunafikan,
Semua guru berikrar mengabdi kemanusiaan.
Tetapi dunianya ternyata tuli. Setuli batu.
Tidak berhati.

Otonominya, kompetensinya, profesinya
hanya sepuhan pembungkus rasa getir,”

“Bolehkan kami bertanya,
apakah artinya bertugas mulia
ketika kami hanya terpinggirkan
tanpa ditanya, tanpa disapa?
Kapan sekolah kami lebih baik dari
kandang ayam?
Kapan pengetahuan kami bukan ilmu kadaluarsa?
Mungkinkah berharap
yang terbaik dalam kondisi yang terburuk?”

“Ketika semua orang menangis,
kenapa kami harus tetap tertawa?
Kenapa ketika orang kekenyangan,
kami harus tetap kelaparan?
Bolehkah kami bermimpi di dengar
ketika berbicara?
Dihargai layaknya manusia?
Tidak dihalau ketika bertanya?
Tidak mungkin berharap
dalam kondisi terburuk,”

“Sejuta batu nisan
guru tua yang terlupakan oleh sejarah.
Terbaca torehan darah kering:
Di sini berbaring seorang guru
semampu membaca buku usang
sambil belajar menahan lapar.
Hidup sebulan dengan gaji sehari.
Itulah nisan tua sejuta
guru tua yang terlupakan oleh sejarah,”

NAMA ANDA - 13.01

Puisi Buat Guru | Untuk Guruku Tercinta

SAJAK GURU

Kau insan yang mulia
Mendidik generasi demi generasi
Tanpa mengenal erti jemu
Siang malam berdoa agar
Anak bangsa berjaya dan berjaya

Guru
Kau ibarat lilin
Menerangi jalan yang gelap
Menyuluh ke jalan yang terang
Namun kekadang tersasar
Oleh badai yang datang

Guru
Kami anak didik
Bersyukur kepada Ilahi
Kerana menjadi insan yang terpilih
Hasil usaha murnimu

Guru
Kami berdoa agar kau guru
Bahagia dan tenang selalu
Di dunia dan akhirat
Salam kasih dan sayang
Dari kami
Buatmu guru

Nukilan: Nur Shahida Baharudin

NAMA ANDA - 13.00

Puisi Bertema Guru | Guru Oh Guru Usman Awang

GURU OH GURU
Usman Awang

Berburu ke padang datar
Dapat rusa belang kaki
Berguru kepala ajar
Ibarat bunga kembang tak jadi
Dialah pemberi paling setia
Tiap akar ilmu miliknya
Pelita dan lampu segala
Untuk manusia sebelum jadi dewasa.
Dialah ibu dialah bapa juga sahabat
Alur kesetiaan mengalirkan nasihat
Pemimpin yang ditauliahkan segala umat
Seribu tahun katanya menjadi hikmat.
Jika hari ini seorang Perdana Menteri berkuasa
Jika hari ini seorang Raja menaiki takhta
Jika hari ini seorang Presiden sebuah negara
Jika hari ini seorang ulama yang mulia
Jika hari ini seorang peguam menang bicara
Jika hari ini seorang penulis terkemuka
Jika hari ini siapa sahaja menjadi dewasa;
Sejarahnya dimulakan oleh seorang guru biasa
Dengan lembut sabarnya mengajar tulis-baca.
Di mana-mana dia berdiri di muka muridnya
Di sebuah sekolah mewah di Ibu Kota
Di bangunan tua sekolah Hulu Terengganu
Dia adalah guru mewakili seribu buku;
Semakin terpencil duduknya di ceruk desa
Semakin bererti tugasnya kepada negara.
Jadilah apa pun pada akhir kehidupanmu, guruku
Budi yang diapungkan di dulangi ilmu
Panggilan keramat "cikgu" kekal terpahat
Menjadi kenangan ke akhir hayat.

USMAN AWANG 1979


NAMA ANDA - 12.59

Puisi Tentang Profesi Guru | Jika Ada Rasa Ikhlas Itu

JIKA ADA RASA IKHLAS ITU
• ymr, inna simpang

aming aminoedhin


lalu gelisahku bertemu
kawan lama bertahun tak sua
kujumpai pada siang terik mentari
surabaya tak alang kepalang panasnya

di lobby inna simpang hotel nan sejuk
mengurai bimbang cerita-cerita lama
tanpa ujung batas tentang kawan sebangku
tentang kawan-kawan kuliah tak pernah temu
tanpa rasa-rasa jemu

hari seakan berlari kembali
ke arah waktu lampau
saat di bawah tanjung kampus kita
bersama mimpi dan mengigau

nasib selalu tak tertib
waktu bisa menggergaji ingatan
lupa kepada seorang kawan
adalah biasa. hanya perubahan
adalah abadi di alam ini

wajahmu seakan tak berubah
hanya perilaku jauh dari dulu
ada mukena membalut rambutmu
seperti ustadzah kampungku
begitu ayu!

wajahmu seakan tak berubah
hanya laku tomboy dulu
musnah di mataku. ditelan indah
mukena. mukenamu
begitu sederhana. begitu mempesona

benar pilihanmu
guru adalah pekerjaan paling mulia
jika ada rasa ikhlas itu

Surabaya, 10/7/2008

NAMA ANDA - 10.12