;
Tampilkan postingan dengan label Yunimar W Yusuf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yunimar W Yusuf. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Mei 2010

BIOGRAFI - YUNIMAR W. YUSUF

Rabu, 26 Mei 2010

Pegawai Dinas Pertanian Tanaman Pangan Aceh Barat ini dilahirkan di Meulaboh, 16 Januari 1964. Beberapa puisinya sempat dimuat dalam Antologi Sastra Aceh "Seulawah" (Yayasan Nusantara Jakarta/Pemerintah Daerah Aceh, 1995)

NAMA ANDA - 11.54

Rabu, 28 April 2010

BATEE PUTEH | Puisi Mengenang Pahlawan

Rabu, 28 April 2010

BATEE PUTEH
Yunimar W. Yusuf :

Riak ombak yang dulu mengalun lembut
Bagai memori dalam mimpi
Lenguh sapi yang merdu
Bagai gemuruh di tengah hari
Membantai pesisir putih menipis
Ketika waktu mengutuki hari-hari yang panjang
Dalam buaian yang tak lagi menina-bobokan
Seorang lelaki perkasa yang gugur
Terbungkus belenggu dendam pada sebuah
Perjuangan yang meminta tumbal nyawa

Di sini kutemukan kepahitan
Ketika pantai putihku tak lagi menawarkan
Damai dalam rindu
Rindu dalam cinta
Cinta sesamanya

Kini batee putehku hanya kenangan
Masa lampau yang penuh heroisme dan ketenangan
Karena deburmu tak lagi memukau
Desah ombaknya bukan lagi nyanyian
Semua telah diserakahi ganasnya ombak
Yang meraup pesisir bersamanya
Lalu meluapkan amarah dan memuntahkan dendam ke tepian

Batee putehku
Akankah hari-harimu kembali seperti dulu
Menawarkan janji-janji manis bagi nelayan
Menjanjikan keteduhan bagi kita semua
Sampai, sampai
Karena di bumi, di tanah ini sayang
kita jejaki
belum sempurna janji
janji alam, dan diri

1987

Batee Puteh - nama pantai menjelang masuk kota meulaboh, disinilah Teuku Umar Johan Pahlawan gugur saat bertempur melawan penjajah Belanda.


NAMA ANDA - 21.34

Puisi Janji | Puisi Tentang Janji

JANJI
Yunimar W. Yusuf :

Ketika rembulan merayapi malam
Gemintang enggan berbinar
Liuk dedaunan melantum kelu
Semilir berdesar perlahan tertatih

Ketika kemboja luruh satu-satu
Lonceng berdenting dinihari
Sepi jadi saksi bisu
Sunyi tak bertepi

Masih adalah tanya
tatkala janji terpatri

NAMA ANDA - 21.29

PELABUHAN

PELABUHAN
Yunimar W. Yusuf

Malam menyulam senyum lirih
Menyimpulkan desah pada liuk dedaunan
Berderik di ranting rapuh
Saat-saat malam menyulam kelu
Hadirkan pagutan
Langit
Bumi
Membisu

Ada sebaris rindu memburu
Namun hinggarku bukan jawaban
Hanya gemuruh sebagai pembatas
Sementara asa terus tertikam

Malam-malam menyulam rindu
Padahal pesisir kian menjauh
Padahal janji-janji kian belum ku tuai
Ketika pilarku tiba-tiba runtuh
Terbanting ke atas cadas
Pelabuhanku merapatlah
Walau tak pernah ada harap
Di penghujungnya

1995

NAMA ANDA - 21.25